Cerita Rakyat: Asal Usul Orang Asmat menjadi Pengukir

Pada zaman dahulu, di daerah Asmat hiduplah seorang ahli seni pahat bernama Fumiripitsy. Fumiripitsy mempunyai seorang teman karib. Mereka hidup aman dan damai. Pada waktu itu ada seorang gadis yang cantik bernama Tewarautsy. Fumiripitsy kemudian jatuh cinta kepada Tewarautsy si gadis yang cantik itu. Namun sayang, jalinan cinta antara Fumiripitsy dengan Tewarautsy tidak mendalam lantar-an kedua insan ini tidak pernah bertemu. Konon, di luar dugaan Fumiripitsy pada suatu hari melihat teman karibnya bercanda mesra dengan Tewarautsy. Fumiripitsy menjadi cemburu dan ia berusaha meng goda gadis itu dan godaannya berhasil.

Pada suatu hari, Fumiripitsy dan Tewarautsy berjanji untuk bertemu di tanjung dekat sebuah sungai, pada pagi hari. Rencana kedua insan yang sedang mabuk asmara ini dirahasiakan agar tidak diketahui oleh siapa pun. Setelah tiba hari yang ditentukan, di kala fajar merekah di ufuk timur, Tewarautsy menyiapkan diri untuk pergi dan mengajak beberapa teman wanitanya agar dapat pergi bersama-sama dengannya mencari ikan di tanjung, di tempat yang mereka tentu-kan. Tanpa mengetahui rencana Tewarautsy teman-teman setuju, lalu berangkatlah mereka ke tanjung.

(Baca Cerita Rakyat Lainnya : Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara)

Setelah Tewarautsy bersama teman-temannya berangkat, beberapa saat kemudian Fumiripitsy bersama teman karibnya menyusul mereka. Ketika mendekati tempat yang telah dijanjikan, Fumiripitsy berkata kepada teman karibnya, "Teman, saya mau pergi buang air di hutan sana. Boleh teman menunggu saya di sini?" Tanpa curiga ia membiarkan Fumiripitsy pergi. Fumiripitsy pergi dengan sebuah perahu ke tepi sungai yang telah disepakati. Tinggallah teman karibnya seorang diri. Sebenarnya, kepergian Fumiripitsy bukanlah untuk buang air, melainkan untuk bertemu dengan kekasihnya Tewarautsy. Mereka kemudian bercanda ria. Karena terlalu asyik bercanda, Fumiripitsy lupa akan temannya.

Sementara itu, temannya menjadi gelisah karena Fumiripitsy belum juga muncul. Dengan perasaan cemas dan tak sabar menunggu, ia bergegas menyusul Fumiripitsy dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan ia terus-menerus memikirkan Fumiripitsy. Di benaknya berkecamuk berbagai pertanyaan yang menghantui, "Apakah yang telah terjadi atas Fumiripitsy? Apakah ia hilang di hutan? Ataukah telah diserang oleh binatang buas?" Setelah mencari beberapa waktu lamanya, lewat celah-celah pohon ia melihat Fumiripitsy sedang asyik bercanda dengan seorang gadis. la penasaran, ingin cepat mengetahui siapa gadis itu sesungguhnya. Dengan sangat hati-hati, agar tidak diketahui oleh keduanya, ia mendekati mereka. "Aha, ternyata gadis itu adalah Tewarautsy". Hatinya sangat kesal dan marah. Kemudian ia me Iangkah menuju perahu yang sedang berlabuh di tepi sungai yang dipakai oleh teman karibnya itu. 

Dinaikinya perahu itu dan pulang sendirian ke kampung. Setelah puas bercanda dengan kekasihnya, ia kembali ke tepi sungai. Setibanya di sana, ternyata perahunya telah tiada. Lalu, ia memanggil-manggil teman karibnya itu dengan suara kesal, "Sahabaaaat ... sahabaaaaaat! Di mana engkau sekarang? Mari kita pulang ke kampung!" Walaupun suara Fumiripitsy sangat keras dan masih dapat didengar oleh teman karibnya, temannya tidak menghiraukan. la terus mendayung perahu ke kampung. Dengan rasa sedih dan menyesal Fumiripitsy menemui kekasihnya. Fumiripitsy bertanya kepada kekasihnya, "Bagaimana cara saya dapat kembali ke kampung?" Tewarautsy memutar otak, memikirkan cara yang perlu ditempuh untuk kepulangan kekasihnya. la akhimya menemukan gagasan. 

Si ahli pahat hares dibungkus dengan anyaman daun nipah lalu diikat dan diletakkan di haluan perahu. Mungkin dengan cara demikian kekasihnya dapat tiba di kampung, pikimya dalam hati. Keduanya segera melaksanakan gagasan itu. Tetapi apa yang terjadi dalam perjalanan? Malang tak dapat diraih mujur tak dapat ditolak. Sementara dalam per-jalanan pulang, perahu yang di-tumpangi Fumiripitsy dengan kekasihnya dihadang angin ribut, dihempas ombak setinggi gunung. Akibatnya, tali pengikat Fumiripitsy terlepas dari perahu dan jatuh ke dalam sungai. Tewarautsy tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mendayung perahunya untuk pulang ke kampung. Setiba di kampung, Tewa-rautsy menceritakan kejadian yang telah men impanya bersama Fumiripitsy kepada teman-teman wanitanya yang lebih dahulu pulang. 

(Baca Cerita Rakyat Lainnya : Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara)

Mendengar cerita itu semua temannya merebahkan diri ke tanah sambil menangisi si ahli pahat yang telah tenggelam. Ketika cerita tersebut sampai ke telinga penduduk kampung, mereka memutuskan untuk mencari Fumiripitsy dari muara sampai ke hulu sungai. Ternyata usaha mereka sia-sia, Fumiripitsy telah dibawa oleh arus sungai dan terdampar di pantai utara muara Sungai Yet dalam keadaan tak bernyawa. Gagasan yang dikeinukakan kekasihnya berakibat petaka karena angin ribut. Konon yang berhasil menemukan mayat Fumiripitsy adalah Eer dan Samaar. Setelah mengetahui Fumiripitsy sudah tak bernyawa, timbullah hasrat Eer dan Samaar untuk menghidupkan kembali Fumiripitsy. Untuk mewujudkan hasrat tersebut, mereka berdua memanggil semua burung yang berada di sekitar daerah itu dan bertanya, "Siapa di antara kalian yang sanggup menghidupkan kembali mayat Fumiripitsy?" Namun tak seekor pun yang sanggup menjawabnya, karena tidak mampu menghidupkan Fumiripitsy. Tiba-tiba datanglah seekor Burung Aseh (pembawa berita). Se-telah melihat keadaan Fumiripitsy, Burung Aseh segera terbang menemui Burung Rajawali. 

Burung Aseh menceritakan kejadian yang dilihatnya kepada Burung Rajawali. Setelah mendengar berita tersebut, berbekal ke-mampuan yang dimiliki Burung Rajawali Iangsung mengumpul­kan ramuan yang terdiri dari telur buaya, telur ayam hutan, dan telur kasuari, lalu berangkat menghampiri mayat Fumiripitsy dengan ramuan yang dibawanya. Telur ayam hutan dipecahkan lalu digosokkan pada seluruh tubuh sang ahli pahat. Selanjutnya, digosok dengan telur buaya dengan cara yang sama. Cara yang sama pula dipakai untuk telur kasuari. Dengan gosokan tersebut tubuh Fumiripitsy mulai bergerak, kemudian duduk dan akhirnya dapat berjalan. Fumiripitsy benar-benar telah hidup kembali! Kemudian is diantar oleh Eer dan Samaar pulang ke kampungnya.Beberapa hari kemudian, Fumiripitsy membangun sebuah "Yayuro" (rumah panjang). 

Ruangannya dihiasi dengan patung hasil karya Fumiripitsy sendiri termasuk yang diberi nama "Mbis" (patung panjang) yang pertama. Selain Mbis, Fumiripitsy juga membuat "Eme" (tifa) yang indah sekali. Eme dapat dibunyikan secara perlahan­lahan atau cepat maupun sangat cepat. Apabila eme di-tabuh, Mbis dan patung Iainnya yang tergantung di dinding ruangan itu akan menjelma menjadi manusia dan bergerak keluar lalu menari-nari. Mereka menari-nari mengikuti irama eme. Fumiripitsy berkata kepada Mbis dan kawan-kawannya, " Mulai saat ini, kamu menjadi anak-anakku. Oleh karena itu, pergi dan tempati seluruh pelosok daerah lain?Melalui cerita inilah suku Asmat percaya bahwa nenek moyang Fumiripitsy telah menurunkan suku Asmat melalui Mbis. Karena adanya kepercayaan bahwa mereka adalah keturunan Mbis yang diciptakan oleh Fumiripitsy seorang ahli pahat, bagi suku Asmat kegiatan mengukir, menganyam, menyanyi, dan menari-nari merupakan pusat kehidupan mereka. Bagi orang Asmat kalau tidak memiliki keterampilan mengukir, menganyam, dan menari-nari berarti mati.

Itulah Cerita Rakyat: Asal Usul Orang Asmat menjadi Pengukir.
Semoga Bermanfaat.
(Baca Cerita Rakyat Lainnya : Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara)
Sumber: Google

Comments

  1. Gabung Bersama kami di Betpulsa,net
    Daftar di Betpulsa,net Dan mainkan Ratusan Game Dalam 1ID
    Situs Paling Terpercaya Betpulsa
    Menangkan Bonus Jutaan Rupiah Setiap Harinya
    Jaminan Kemenangan Bergaransi.
    AYO SEGERA BERGABUNG DAN BUKTIKAN SENDIRI

    Games Yang Tersedia Antara Lain :
    * SPORTSBOOK
    * POKER
    * LIVE CASINO
    * IDN LIVE
    * BLACK JACK
    * SLOT ONLINE
    * SABUNG AYAM S128

    Promo di Betpulsa :
    * Min Depo 25 K
    * Min WD - 50 K
    * Bonus New Member 15%
    * Next Deposit 10%
    * Bonus Harian 5%
    * Bonus Naik Level
    Dan Masih Banyak Bonus Lainnya.
    * Deposit Via Pulsa Tanpa Potongan Rate 100%
    * Deposit dan Withdraw 24 jam Non stop tanpa kendala
    * Proses Deposit & Withdraw Tercepat
    * Jaminan Jackpot 100% Dan Mudah Cair
    * Livechat 24 Jam Online
    * Segera Bergabung Di Betpulsa,net
    * Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi CS Kami

    ## Contact_us ##
    WHATSAPP : 0822 7636 3934

    ReplyDelete

Post a Comment